Senin, 12 Mei 2014

Reog Ponorogo

Reog Ponorogo


Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Sejarah Reog Ponorogo
Diceritakan bahwa Raja Bantar Angin yang bergelar Prabu Kelana Sewandana jatuh cinta kepada putri dari kerajaan Kediri yang bernama Dyah Ayu Dewi Songgolangit. Oleh sebab api cinta yang tidak bisa dipadamkan, maka Prabu Kelana Sewandana kemudian mengutus Patihnya yaitu Pujonggo Anom atau yang lebih dikenal dengan Bujang Ganong untuk melamar Dyah Ayu Dewi Songgolangit. Dalam perjalanan menuju ke kerajaan Kediri, Bujang Ganong dihadang oleh Singo Barong (seorang raja dari segala harimau yang menjaga tapal batas kerajaan Kediri). Singo Barong mempunyai bentuk tubuh yang tidak lazim yaitu orang yang berbadan manusia tetapi berkepala Harimau. Prabu Singo Barong mendapat perintah dari Raja Kediri untuk memeriksa atau melarang siapapun tanpa seijin sang Raja masuk ke wilayah kerajaan Kediri.
Perjalanan Bujang Ganong terpaksa berhenti di perbatasan kerajaan Kediri karena dihadang oleh Singo Barong. Perang mulut antara keduanya sulit dihindari sehingga memuncak menjadi perang fisik. Karena kesaktian dan keperkasaan Singo Barong, Patih Bujang Ganong dapat dikalahkan dan bertekuk lutut dikaki Singo Barong. Kemudian Singo Barong menyuruh Bujang Ganong pulang ke kerajaan Bantar Angin dan melaporkan kekalahannya.
Sesampainya di kerajaan Bantar Angin, Bujang Ganong langsung menghadap Prabu Kelana Sewandana. Mendengar kekalahan dan ketidak berhasilan utusannya, beliau langsung marah dan memerintahkan Bujang Ganong untuk mengerahkan segala kekuatan bala tentaranya untuk menyerang Singo Barong dan kerajaan Kediri. Prabu Kelana Sewandana akan menghancurkan Kediri apabila Dyah Ayu Dewi Songgolangit menolak lamarannya. Dalam perjalananya, Prabu Kelana Sewandana diiringi suara bended an Gong yang riuh sekali dengan maksud untuk member semangat kepada prajuritnya. Seperti perjalanan sebelumnya, setelah sampai di tapal batas kerajaan Kediri, pasukan Bantar Angin dihadang oleh Singo Barong dan bala tentaranya. Akhirnya peranngpun terjadi dengan dahsyatnya. Ternyata kekuatan dan kesaktian bala tentara Singo Barong sangat sulit dikalahkan oleh prajurit Bantar Angin, sehingga Prabu Kelana Sewandana harus turun tangan sendiri.
Adu kesaktian antara Prabu Kelana Sewandana dan Singo Barong berlangsung seru dan mengagumkan. Keduanya sangat sakti mandraguna dan saling serang. Prabu Kelana Sewandana sangat terpaksa mengeluarkan pusaka andalannya yaitu Cemethi Samandiman. Dengan sekali cambuk Singo barong langsung lumpuh kehilangan kekuatannya. Singo Barong menyatakan dan mengakui kekalahannya dan takhluk kepada Prabu Kelana Sewandana. Prabu Kelana Sewandana tidak keberatan menerima takhlukan Singo Barong asalkan mau menunjukkan jalan menuju ke Kerajaan Kediri dan membantu mewujudkan cita – cita Prabu Kelana Sewandana. Dua pasukan itu bergabung di bawah pimpinan Singo barong dan Bujang Ganong menuju kerajaan Kediri. Tanpa perlawanan yang berarti, pasukan kerajaan Kediri dapat dikalahkan oleh Pasukan Prabu Kelana Sewandana. Akhirnya Prabu Kelana Sewandana berhasil mempersunting Putri Kediri Dyah Ayu Dewi Songgolangit.
Untuk memperingati perjalanan dan kemenangan Prabu Kelana Sewandana ini diciptakanlah suatu kesenian yang dikenal dengan REOG

Tokoh-tokoh dalam seni Reog

Jathil


Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau greget sang penari.
Jathilan ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus, berparas ganteng atau mirip dengan wanita yang cantik. Gerak tarinya pun lebih cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus, lincah, genit. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.
Warok


"Warok" yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).
Warok merupakan karakter/ciri khas dan jiwa masyarakat Ponorogo yang telah mendarah daging sejak dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi penerus. Warok merupakan bagian peraga dari kesenian Reog yang tidak terpisahkan dengan peraga yang lain dalam unit kesenian Reog Ponorogo. Warok adalah seorang yang betul-betul menguasai ilmu baik lahir maupun batin.
Barongan (Dadak merak)


Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong. Dadak merak, kerangka terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik - manik (tasbih).Krakap terbuat dari kain beludru warna hitam disulam dengan monte, merupakan aksesoris dan tempat menuliskan identitas group reog.  Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram.
Klono Sewandono

Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut. Pusaka tersebut digunakan untuk melindungi dirinya. Kegagahan sang Raja di gambarkan dalam gerak tari yang lincah serta berwibawa, dalam suatu kisah Prabu Klono Sewandono berhasil menciptakan kesenian indah hasil dari daya ciptanya untuk menuruti permintaan Putri (kekasihnya). Karena sang Raja dalam keadaan mabuk asmara maka gerakan tarinyapun kadang menggambarkan seorang yang sedang kasmaran.
Bujang Ganong (Ganongan)



Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak - anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti.

Senin, 05 Mei 2014

HUMOR LUCU

Meletus tabung hijau dor !!
Pemerintah berencana mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG. Setelah melalui evaluasi yang mendalam, akhirnya ditemukan kesalahan mendasar pada desain tabung Elpiji 3 KG.

Karena itu, pemerintah melalui PT Pertamina akan mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG yang sudah beredar di masyarakat.

Apanya yang salah dengan desainnya tabung LPG 3 KG ?

Ternyata kesalahan terletak pada warna HIJAUnya.

Kemungkinan seluruh tabung akan dicat ulang menjadi MERAH, KUNING, atau KELABU, atau MERAH MUDA.

Seperti yang sudah diketahui sejak kita masih kanak-kanak, warna hijau itu mudah meletus.

"Meletus tabung hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Tabungku tinggal empat. Kulempar ke pejabat !!"

Ayah yang beruntung
Udin yang baru saja mendapatkan rapor dari sekolah langsung berlari menemui ayahnya yang sedang duduk di teras bersama sang ibu.

Johnny: "Hai, Yah, tahukah kalau Ayah adalah seorang ayah yang beruntung?"

Ayah : "Koq bisa, Nak?"

Udin: "Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas."

Ayah: *^%$#!@#^&*()

Manusia Kurang Kerjaan

Ginting, adalah seorang profesional muda asal Medan yang sedikit tuli. Pria dengan rambut cepak ini pun baru pertama kali berlibur ke kota budaya, Jogjakarta. Suatu hari dirinya ingin sekali menikmati minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).

Ginting: "Mbak, beli dawetnya."
Penjual Dawet: "Sampun telas mas."

Ginting: "Iya, memang harus pake gelas..."
Penjual Dawet: "Mboten wonten mas."

Ginting : "Betul, memang saya suka pake santen..."
Penjual Dawet: "Dasar sinting! (dengan nada kesal)"

Ginting : "Lho, kok tau nama saya Ginting?"
Penjual Dawet: "Dasar wong edan (tambah kesal)"

Ginting : "Wah mbak betul lagi... saya memang Medan!"
Penjual Dawet: "Dasar wong ora duwe otak! (sambil menggerutu)"

Ginting : "Benar, benar saya orang Batak !"
Penjual Dawet: "Dasar budeg...!"

Ginting : "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Penjual Dawet: "Sampeyan kok kurang kerjaan to ?"

Ginting : "Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis!"

Pengalaman Adalah Guru Paling Berharga


Di sebuah kelas sedang ada kegiatan belajar antara bu guru dengan murid-muridnya.

Guru: "Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik."

Murid I : "Mengapa pengalaman kok di sebut guru yang paling baik, Bu ?"

Murid II : "Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah)."

Kalimat mana yang benar ?


Fajar bertanya kepada Fatur, temannya yang mengerti tentang penulisan suatu kalimat.

Fajar : Eh… tur! Kalimat mana yang benar?

A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.

Fatur : Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya!!!

Fajar: Salah.

Fatur : Apaan dong!!!

Fajar : Nggak ada yang bener, anak yatim kan ga punya ayah…

Fatur : &##@%^(@?


Dihukum Atau Tidak
Pada suatu hari di sebuah sekolahan.
Murid: Bu guru, apakah boleh ada orang dihukum karena perbuatan yang belum dilakukannya?
Bu Guru: Oh tentu saja tidak, orang itu boleh dihukum kalau sudah melakukan sesuatu.
Murid: Oh syukurlah, saya belum mengerjakan PR bu soalnya

Senjata makan tuan
Seorang wartawan sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banya orang yg mengerumuni lokasi kecelakaan, wartawan tsb tdk dapat  menerobos untuk melihat korban dari dekat. Setelah berpikir keras wartawan tsb dpt ide .
“ Minggir – minggir semua , saya ayah korban !”ia berseru. “ Saya minta jalan.
“Benar saja..... kerumunan itu membiarkan dia lewat . Semua mata terarah pada wartawan tsb.


(wartawan GR,  dalam hati: “Berhasil jaga !!!) ketika sampai di tengah kerumunan, ia terpana  melihat.. Seekor anak  monyet  tergeletak tak berdaya

Peringatan !!!
“effeknya mungkin tidak terasa langsung, namun anda membutuhkan  beberapa saat setelah anda baca humor lucu tersebut. Jika galau masih berlanjut  segera lapor “Eyang Subur” wkwkwkwk....



RAZER DeathStalker Ultimate T1
Overview
Ø  Switchblade User Interface Applications
o   Razer Switchblade UI features a wide array of applications such as our social media applications, game enhancing applications, and game specific applications. We are working around the clock with leading developers to steadily increase the number of apps. To learn how to view all of our applications a three-finger swipe from right to left will flip you to the next set of 10 dynamic tactile keys displaying applications. 

Ø  10 Key Rollover in gaming mode
o   Actuate as many keys as you have fingers, and have all of them register accurately and quickly in game. With the Razer DeathStalker Ultimate’s anti-ghosting capabilities, you can deliver overwhelming destruction to your opponents, and ensure that every command is registered and executed perfectly. 

Ø  Razer Synapse 2.0
o   Razer Synapse 2.0 is cutting-edge, intuitive software that functions as the Razer DeathStalker Ultimate’s brain, automatically syncing the gaming keyboard to a cloud server to download driver and firmware updates, while saving your individual settings. Sync your custom settings and macros automatically with this unified configurator, allowing customization of all your Razer products with a single login. 

Ø  Detail Specifications
           
Fitur    :
·         Chiclet style key caps 
·         Green LED Backlit keys 
·         1000Hz Ultrapolling 
·         Fully programmable keys with on the fly macro recording 
·         Razer™ Synapse 2.0 Enabled 
·         Dedicated Gaming mode 
·         Anti-ghosting capability for up to 10 simultaneous key presses 
·         Fixed wrist rest 
·         Compatible with Windows® 8/ Windows® 7 / Windows Vista® 

Ø  N-Key Rollover (NKRO)         : 10
Ø  Konektivitas  : USB


Ø  Harga : Rp 4.114.000,00


Images for RAZER DeathStalker Ultimate T1





Minggu, 04 Mei 2014

Razer Ouroboros

Razer Ouroboros


Overview
            Razer Ouroboros memiliki ergonomi ambidextrous disesuaikan dengan sandaran tangan yang melengkung dapat diatur dan belakang, serta dua panel samping dapat dipertukarkan. Mouse gaming ini sempurna akan cocok disetiap kelengkungan tangan dan grip-gaya, memastikan kenyamanan optimal dan minimal kelelahan saat bermain, diperpanjang untuk setiap gamer - terutama anda.

            Detail Specifications
           
Fitur    :
·         Fully Customizable Ambidextrous Ergonomics 
·         4G Dual Sensor System 
·         1ms Gaming-grade Wireless Technology 
·         Dedicated DPI Clutch Trigger 
·         Powered by a single AA battery 
·         Razer Synapse 2.0 

Dots Per Inch (DPI) : 8200
Jumlah Tombol : 11 keys
Sensor :           Dual Sensor
Kesesuaian Sistem :  
·         PC / Mac with USB port 
·         Windows® 8/ Windows® 7 / Windows Vista® / Windows® XP (32-bit)/ Mac OS X (v10.6-10.8) 
·         Koneksi Internet 
·         100MB ruang hard disk bebas 
·         Razer Synapse 2.0 pendaftaran (membutuhkan e-mail valid), men-download software, penerimaan lisensi, dan koneksi internet yang dibutuhkan untuk mengaktifkan fitur lengkap dari produk dan pembaruan perangkat lunak. Setelah aktivasi, fitur lengkap tersedia dalam modus offline opsional 

Dimensi  : 71 x 42 x 137 mm (WxHxL)
Berat : 105 g
Harga :  RP 2.178.000,00

 Razer adalah sebuah perusahaan papan atas yang terkenal dalam memproduksi gaming input dan salah satu perusahaan pertama yang mensponsori kompetisi dan event-event para gamer profesiaonal. salah satu produk razer yang cukup terkenal di kalangan gamer adalah Razer Ouroboros, pertama kali mendengarnya mungkin nama ini akan terdengar aneh ditelinga anda. Namun tidak untuk para pecandu game-game PC. Ya, karena mouse ini juga sebenarnya sudah bukan barang baru lagi, di kalangan mereka. Dan pastinya sudah banyak diburu oleh para gamer, karena memang mouse ini berbeda dari mouse lainnnya, selain dari bentuk juga dari kegunaannya.



Design and Build Quality

Design dari Razer ouroboros ini terlihat gahar dan terbilang elegan, bahkan cukup menarik jika anda hanya meletakkannya dan tidak menggunakannya untuk waktu lama, ataupun anda pajang sebagai sebuah pajangan di rak ataupun dimeja, karena di lihat dari mana pun mouse ini cukup menarik dan sangat keren. Design khusus dari Razer ourobos ini adalah mengenai sasis ambidextrous. apa itu sasis ambidextrous ? sasis ini dapat di gunakan oleh kedua sisi tangan, yang artinya bagi orang yang memiliki tangan kidal pun tidak perlu khawatir untuk tidak merasa nyaman menggunakan mouse Razer ouroboros ini. Karena bagian mouse memang di rancang untuk memfasilitasi ke lima jari tangan / telapak tangan  gamer secara tepat, sehingga merasa lebih nyaman saat menggunakan, Walaupun ber jam-jam lamanya. Mouse yang memiliki dimensi 71 x 42 x 137 mm dan bobot 115 gram ini memang menyerupai sebuah senjata robot, atau bagian dari badan robot layaknya pada film transformers. Namun bukan hanya tampilannya saja yang mirip robot transformers, mouse ini pun mampu bertransformasi alias mampu melebar berkat side panel yang bisa diganti menjadi 2 pilihan, yaitu finger grip panel dan finger rest panel. Razer ouroboros pun mampu memanjang sekitar 9 inchi atau 20 mm untuk menyesuaikan pegangan yang pas di tangan sang gamer.

Features and Performance

Mouse razer ouroboros ini memiliki 4G Dual sensor sistem , fitur ini menggunakan laser dan optikal sensor, dan mampu diatur besaran DPI hingga 8200 dpi, hal ini memungkinkan Razer Ouroboros, lebih presisi dari peralatan manapun yang serupa. Razer Ouroboros diciptakan memiliki 11 tombol dan dengan berat 135 gram saat menggunakan baterai atau saat baterai terpasang pada mouse, tentunya hal tersebut ideal untuk kelas mouse gaming yang pemakaiannya cukup lama untuk terus dipegang, digerakan dan diangkat. Hal ini juga sesuai dengan standar sehingga tidak mudah bergeser sendiri jika terlalu ringan.

Razer sendiri sebelumnya telah mengeluarkan beberapa varian produk, namun yang membuat Razer ouroboros ini berbeda dari produk sebelumnya adalah karena panjang juga lebar dari Razer ouroboros bisa anda ubah sesuai dengan yang anda inginkan, atau posisi nyaman anda seperti yang telah kita bahas di atas. Itulah sebabnya mouse Razer aouroboros ini termasuk sangat fleksibel di kelasnya. Sangat menyenangkan bukan?


Unik, karena selain bentuknya yang bisa diubah-ubah sesuai dengan keinginan dari pemakainya, mouse berwarna hitam dan bisa mengeluarkan cahaya warna hijau ini juga memiliki wireless dan wired mode yang memungkinkan kita menggunakannya tanpa perlu menjulurkan kabel yang panjang. Dengan kemampuannya ini pula, pemakainnya bisa semakin bebas bergerak tanpa takut terbatasi pada panjang kabel, sekalipun bahkan bermain game dengan posisi tiduran atau berada di tempat yang agak jauh.

Tapi karena adanya wireless pada mouse ini maka perlu pemakaian baterai untuk sumber energinya. Namun tak perlu khawatir, jika ditengah-tengah permainan anda kehabisan baterai, anda cukup mengubah mode wireless ke wired mode. Dan anda bisa memainkan kembali mouse ini dengan menggunakan kabel seperti mouse pada umumnya tanpa perlu khawatir mouse ini kehilangan kemampuannya seperti saat awal membeli.

Kelebihan lain dari Razer Ouroboros adalah anda tidak perlu bekerja dua kali dengan selalu menggunakan/membawa flasdisk kemana mana, karena dengan adanya Razer Synapse anda dapat menyimpan data settingan mouse yang nantinya akan tetap bisa bila diakses ditempat yang berbeda.

KESIMPULAN

Mouse ini di rancang khusus untuk anda para pecinta gamer, namun menilik dari harganya yang dibandrol pada harga 1,7 jt an sepertinya perangkat ini memang di khususkan untuk kalangan menengah ke atas. Tapi memang harga tidak akan bohong dengan kualitas yang disuguhkan. Ada harga, ada kualitas.

Images for Mouse Razer Ouroboros :





Jumat, 25 April 2014

ekpedisi wisata budaya

EKSPEDISI WISATA BUDAYA


Perdebatan tentang kunjungan wisata budaya akhir tahun. Aku bersikukuh ingin mengunjungi Banten, sedang ayah dan yang lain menentukan pilihan Papua. Sudah jadi tradisi keluarga kami setiap libur akhir semester mengadakan kunjungan wisata budaya. Nenek dan Kakek seorang seni dan budayawan, dari kecil kami di didik mencintai seni budaya Indonesia. Cerita nenek dan kekek tentang kebudayaan Banten membuatku terpukau dan segera mempelajari seni budaya yang ada. Darah seni yang mengetal pada diriku membuat hati nurani mengambil jurusan seni budaya dikuliahku. Kini aku sudah semester tujuh disalah satu Universitas swasta Surabaya.
Kebijakan Ayah akhirnya mengijinkan aku tidak ikut rombongan dan berangkat sendiri ke Banten. Segudang nasehat aku terima dari Ayah sebagi bekal perjalanan dan menyertai keberangkatanku. Ayah menganggapku sudah dewasa, mampu menjaga diri sendiri. Aku kecup punggung tangan kedua orang tuaku, nenek, kakek dan kening kedua adikku. Lambaian tanggan mereka mengiringi keberangkatan travel yang aku tumpangi. Mereka sangat menyayangiku, aku bangga hidup ditengah-tengah keluargaku.
Desa Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang. Travel yang aku tumpangi  berhenti tepat didepan sebuah rumah kuno. Ketika travel berlalu pergi, aku baru sadar bila kampung ini terlalu sepi. Aku dekati pintu rumah dan mengetuk pintu sambil berucap salam, namun tak terdengar sepatah kata pun dari dalam. Rasa kecewa dan putus asa membuatku lunglai dan rebahan ditangga teras rumah. Tidak berapa lama terdengar remaja pria menegur.
“Engkang, saha?.”
Aku hampiri remaja itu dan menunjukkan secarik kertas padanya. “Alamat ini benar disini?.”
“Ya.” Dia menganggukkan kepala. “Engkang mencari aki?.”
“Begitulah!, bisa kita bicara ditempat yang lebih nyaman?.”
“Boleh saja, mari masuk kedalam, aku cucu aki Nawawi.”
“Kampung ini terlihat sepi, pada kemana mereka?.” Tanyaku.
“Hari ini ada kumpulan desa. Hampir semua penduduk termasuk aki kumpul dibale desa.”
Setelah perkenalan kami gobrol panjang lebar, aku ceritakan maksud kedatanganku. Sigit, nama remaja yang mengaku cucu aki Nawawi, dia sangat ramah dan enak diajak bicara. Ditengah asiknya kami ngobrol, aki Nawawi datang menghampiri kami. Senyum ramah aki Nawawi memberi kesan damai hati membuat aku tidak segan ngobrol dengan beliau. Singit berceloteh tentang siapa aku dan maksud kedatanganku kemari seolah dia sudah akab denganku. Aki Nawawi menyambut gembira maksud kedatanganku namun beberapa detik kemudian beliau menarik nafas panjang dan dihembuskan.
“Debus.” Sebut aki dengan pandangan kosong menerawang jauh. “Sudah lama sekali semenjak kakek kamu dan aki muda dulu.” Aki Nawawi menghentikan ucapan sejenak seolah menyesali sesuatu. “Sangat disayangkan keberadaan debus makin lama kian berkurang, para pemuda lebih suka mencari mata pencaharian lain. Memang atraksi ini cukup berbahaya untuk dilakukan, tidak jarang banyak pemain debus celaka kurang latihan atau ada yang jahil dengan pertunjukan. Makin lama warisan budaya ini semakin punah. Dulu setiap hari kita dapat melihat atraksi, tapi sekarang atraksi debus hanya ada pada saat event–event tertentu.”
Aku kecewa dengan penuturan aki Nawawi, masih terekam jelas cerita nenek dan kakek tentang Provinsi Banten terutama mengenai warisan budaya DEBUS. Waktu itu kata kakek: “Sebagian besar anggota masyarakat Banten memeluk agama islam dengan semangat religius tinggi, tetapi pemeluk agama lain dapat hidup berdampingan dengan damai. Warisan budaya debus sangat fenomena, atraksi berupa kekebalan tubuh menusuk perut dengan benda tajam, mengiris tubuh dengan golok sampai terluka atau tanpa luka, makan bara api, memasukkan jarum panjang ke lidah, kulit, pipi sampai tembus dan tidak terluka. Mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tapi dapat disembuhkan seketika itu juga, menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian melekat dibadan hancur, mengunyah serpihan kaca, membakar tubuh dan semua dilakukan oleh debus.”
Rasa kecewaku terobati ketika aki Nawawi mengatakan dalam dekat ini akan ada pertunjukan debus memperingati hari jadi desa Walantaka. Kata beliau aku dapat mempelajari dan mengadakan penelitian tentang seluk beluk debus dalam beberapa minggu ini. Aki Nawawi merupakan  pimpinan pertunjukan debus di desa Lawantaka. Setiap akan ada pertunjukan, pemain debus berkumpul dan latihan di halaman rumah aki Nawawi.
***
            Tidak terasa sudah dua minggu aku berada di Banten tepatnya desa Walantaka. Sore itu seperti biasa para pemain debus berkumpul dihalaman rumah aki Nawawi berlatih bersama. Kegiatan ini sudah berlangsung sekitar seminggu semenjak aki mengkibarkan bendera semangat berlatih untuk pertunjukan debus. Aku memberikan semangat dengan ikut latihan bersama mereka, berusaha mengikuti gerakan silat yang mereka pelajari meski kesulitan. Sigit sangat lihai memperagakan gerakan jurus-jurus ciptaan aki Nawawi. Aku berdecak kagum ketika Sigit salto diatas barisan golok tampa terluka.
            Latihan berakhir menjelang magrib dan mereka biasa tidak langsung pulang. Menunggu azand mangrib untuk sholat berjama’ah sambil mengantri mandi merupakan kenikmatan tersendiri. Tempat pemandian umum sumur tua dan sepetak kamar mandi tanpa atap disamping rumah aki menjadi tempat favorit membersihkan badan dari bau keringat. Disela-sela istirahat inilah aku  sharing mengali info tentang debus dari mereka. Biasanya mereka akan berlatih kembali setelah sholat isya’ berjama’ah.  Berbagai macam hidangan kas serang disediakan nini istri aki Nawawi usai sholat magrib.
            Geladak dibawah pohon rambutan menjadi tempat paling nyaman untuk melepas leleh atau sekedar bersantai. Secangkir kopi menjadi pelengkap bagi siapa saja pemguna geladak tak terkecuali aku. Aku rebahkan badan diatas geladak sambil memandangi rimbun daun rambutan malam itu. Cerita aki Nawawi, pohon rambutan ini tidak pernah berbuah dan sudah ada sejak Sigit belum lahir. Memang aneh bila tidak pernah berbuah, pohon rambutan ini terlihat subur dan sangat rimbun daunnya. Lamunanku dibuyarkan oleh suara gebrakan geladak dipukul seorang pemuda sedikit lebih tua dariku.
            “Pertanyaan apa lagi yang akan kamu ajukan pada kami sobat.” Tanya pemuda tersebut sambil ikut tiduran disampiku. Sepertinya dia sudah hafal kebiasaanku seminggu ini.
            “Katanya kalian kebal terhadap benda tajam. Bagaimana kalian bisa melakukan hal itu?.” Aku toleh pemuda tersebut berharap jawaban.
Dia senyum simpul tidak menjawab seolah berfikir sesuatu. “Untuk bisa melakukan atraksi setiap pemain mempunyai syarat-syarat berat, sebelum pentas kami melakukan ritual-ritual yang diberikan aki Nawawi. Biasanya ritual dilakukan satu sampai dua minggu sebelum atraksi dilakukan. Selain itu kami juga dituntut mempunyai iman kuat dan harus yakin dengan ajaran islam. Pantangan bagi kami pemain debus, tidak boleh minum minuman keras, main judi, bermain wanita, atau mencuri. Dan pemain juga harus yakin dan tidak ragu-ragu dalam melaksanakan tindakan tersebut, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain bisa sangat membahayakan jiwa pemain itu sendiri.” Jawabnya kemudian.
            “Memang tidak ada yang mudah untuk mendapatkan sesuatu.” Komentarku.
            “Engkang…! ayo sholat jama’ah.” Teriak Singit memangil kami. Sepertinya kami keasikan diskusi hingga tidak mendengar suara azand isya’. Setelah itu kami akan berlatih lagi sampai pukul sepuluh malam. Mengikuti aktifitas mereka sangat menyenangkan walau badan memar-memar namun tidak terasa sakit atau pun lelah. Mungkin rasa sakit dan lelah itu hilang karena kami setiap usai latihan malam hari harus minum ramuan yang diracik oleh aki Nawawi. Dari bau yang tercium sepertinya ramuan itu hanya terbuat dari tumbuhan toga seperti kunyit, temulawak dan sejenisnya.
            Rupanya benar apa yang dikatakan Fulan. Aki Nawawi memberikan syarat- syarat ritual yang harus dilakukakan pemain sebelum atraksi debus dua minggu akan datang. Aku tidak tahu syarat apa yang dilakukan setiap pemain, karena aki memberikan syarat itu secara rahasia dan setiap pemain menjaga rahasia syarat itu. Rasa ingin tahuku tentang syarat tersebut membuatku ingin belajar lebih keras sebagai pemain depus. Saat itu juga aku sampaikan niatku pada aki Nawawi namun aki berkata tidak sesuai kehendakku. Seolah beliau bisa membaca hati dan pikiran dalam otakku.
            “Nafsu berlebihan tidak akan menghasilkan apa-apa, justru akan berakibat keterpurukan dan membuang-buang waktu saja.” Nasehat aki Nawawi.
            Aku sadari tidak mungkin dalam waktu sesingkat itu aku bisa menguasai perihal debus. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan tahunan untuk menguasai debus. Benar nasehat aki Nawawi aku hanya mengandalkan emosi dan nafsu untuk segera mengetahui syarat bisa memainkan debus. Beliau juga mengatakan salah satu syarat menjadi pemain debus adalah telaten dan sabar menunggu saat itu tiba. Rahasia yang tersimpan dalam debus memberi ide padaku untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan di desa Walantaka. Praktik Kerja Lapangan merupakan salah satu mata kuliah yang harus aku tempuh pada semester kali ini. Dengan begitu aku akan bisa belajar lebih banyak tentang debus dan memberi gebrakan pada masyarat untuk membangun kebudayaan yang sudah diwariskan nenek moyang.
***
            Akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu tiba, semua pemain debus sibuk dengan kebutuhan dan properti masing-masing. Aku pun sibuk dengan keperluanku sendiri, sebuah kamera aku gantukkan dileher untuk mengabadikan kegiatan yang akan berlangsung. Dua pick-up menjadi transportasi kami menuju lokasi atraksi debus. Dari atas Pick-up terlihat banyak sekali penonton menyambut atraksi debus. Betapa antusiasnya mereka, mulai dari yang kecil hingga nenek-nenek hadir disitu. Setelah membantu menurunkan barang bawaan dari motor Pick-up aku segera mengabadikan moment tersebut.
Atraksi debus dimulai, Sigit dan Fulan serempak berucap kalimat. “Haram kau sentuh kulitku, haram kau minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat laa ilaha illahu.” Setelah mengucapkan mantra mereka berdua kebal terhadap semua jenis benda tajam.
Penonton semangat teriak antusias melihat setiap adengan yang dilakukan oleh pemain debus. Semangat penonton tidak luput dari bidikan kameraku. Aku tidak ubahnya mereka para penonton, terkagum-kagum melihat atraksi pemain debus. Terbukti sudah cerita nenek dan kakek tentang warisan budaya debus. Namun sunggu disayangkan bila warisan budaya ini semakin hari kian berkurang tergeser oleh perubahan jaman dan modernisasi. Sebagai penerus generasi bangsa tidak rela aku membiarkan warisan budaya ini menghilang. Aku telepon calon dosen pembimbingku untuk matakuliah Praktik Kerja Lapangan. Aku mengajukan izin pada beliau untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Propinsi Banten. Sebuah judul laporan juga aku sampaikan pada beliau “Membangun Kebudayaan Banten Lewat Gebrakan Debus”. Beliau tidak banyak tanya dan langsung mensetujui permohonanku.
Impianku mengembalikan debus seperti dahulu menyebar diseluruh wilayah Banten. Lewat laporan mata kuliah Praktik Kerja Lapangan nantinya ingin aku beritahukan pada pemerintah bahwa kebudayaan Banten perlu perhatian lebih agar tidak semakin terjerumus dalam kepunahan. Untuk mewujudkan tujuan awal, mulai hari ini aku berjanji pada diri sendiri untuk meningkatkan pemahaman sumber daya manusianya terhadap kebudayaan. Selanjutnya membuka jalur komunikasi dengan para pelaku seniman, sejarahwan, musisi, artis, arkeolog, pustakawan, sastrawan, ahli bahasa, dan pemangku adat dari semua kelompok masyarakat yang ada di Banten.
Dengan cara seperti ini aku yakin kebudayaan Banten nantinya akan kembali berkembang diseluruh wilayah Banten. Buku catatanku penuh dengan misi dan tujuan keberadaanku di Banten. Menambah pengetahuan tentang kebudayaan Banten untuk mencapai misi dan tujuanku di Banten sangat perlu. Selanjutnya aku akan melanjutkan perjalanan ekspedisiku ke desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak.
Seperti cerita Nenek, Suku Baduy dalam merupakan suku asli sunda Banten yang masih menjaga tradisi anti modernisasi, baik cara berpakaian maupun pola hidup lainnya. Perkampungan masyarakat Baduy umumnya terletak di daerah aliran Sungai Ciujung di pegunungan Kendeng. Daerah ini dikenal sebagai wilayah tanah titipan dari nenek moyang yang harus dipelihara dan dijaga baik-baik, tidak boleh dirusak.
“ESKPEDISI suku Baduy, Let’s Gooo….!!!.”