Meletus tabung hijau dor !!
Pemerintah berencana mengganti seluruh
tabung Elpiji 3 KG. Setelah melalui evaluasi yang mendalam, akhirnya ditemukan
kesalahan mendasar pada desain tabung Elpiji 3 KG.
Karena itu, pemerintah melalui PT Pertamina akan mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG yang sudah beredar di masyarakat.
Apanya yang salah dengan desainnya tabung LPG 3 KG ?
Ternyata kesalahan terletak pada warna HIJAUnya.
Kemungkinan seluruh tabung akan dicat ulang menjadi MERAH, KUNING, atau KELABU, atau MERAH MUDA.
Seperti yang sudah diketahui sejak kita masih kanak-kanak, warna hijau itu mudah meletus.
"Meletus tabung hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Tabungku tinggal empat. Kulempar ke pejabat !!"
Karena itu, pemerintah melalui PT Pertamina akan mengganti seluruh tabung Elpiji 3 KG yang sudah beredar di masyarakat.
Apanya yang salah dengan desainnya tabung LPG 3 KG ?
Ternyata kesalahan terletak pada warna HIJAUnya.
Kemungkinan seluruh tabung akan dicat ulang menjadi MERAH, KUNING, atau KELABU, atau MERAH MUDA.
Seperti yang sudah diketahui sejak kita masih kanak-kanak, warna hijau itu mudah meletus.
"Meletus tabung hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Tabungku tinggal empat. Kulempar ke pejabat !!"
Ayah yang beruntung
Udin yang baru saja mendapatkan rapor dari
sekolah langsung berlari menemui ayahnya yang sedang duduk di teras bersama
sang ibu.
Johnny: "Hai, Yah, tahukah kalau Ayah adalah seorang ayah yang beruntung?"
Ayah : "Koq bisa, Nak?"
Udin: "Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas."
Ayah: *^%$#!@#^&*()
Johnny: "Hai, Yah, tahukah kalau Ayah adalah seorang ayah yang beruntung?"
Ayah : "Koq bisa, Nak?"
Udin: "Ayah tidak perlu membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas."
Ayah: *^%$#!@#^&*()
Manusia Kurang
Kerjaan
Ginting, adalah seorang profesional muda
asal Medan yang sedikit tuli. Pria dengan rambut cepak ini pun baru pertama
kali berlibur ke kota budaya, Jogjakarta. Suatu hari dirinya ingin sekali
menikmati minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).
Ginting: "Mbak, beli dawetnya."
Penjual Dawet: "Sampun telas mas."
Ginting: "Iya, memang harus pake gelas..."
Penjual Dawet: "Mboten wonten mas."
Ginting : "Betul, memang saya suka pake santen..."
Penjual Dawet: "Dasar sinting! (dengan nada kesal)"
Ginting : "Lho, kok tau nama saya Ginting?"
Penjual Dawet: "Dasar wong edan (tambah kesal)"
Ginting : "Wah mbak betul lagi... saya memang Medan!"
Penjual Dawet: "Dasar wong ora duwe otak! (sambil menggerutu)"
Ginting : "Benar, benar saya orang Batak !"
Penjual Dawet: "Dasar budeg...!"
Ginting : "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Penjual Dawet: "Sampeyan kok kurang kerjaan to ?"
Ginting : "Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis!"
Ginting: "Mbak, beli dawetnya."
Penjual Dawet: "Sampun telas mas."
Ginting: "Iya, memang harus pake gelas..."
Penjual Dawet: "Mboten wonten mas."
Ginting : "Betul, memang saya suka pake santen..."
Penjual Dawet: "Dasar sinting! (dengan nada kesal)"
Ginting : "Lho, kok tau nama saya Ginting?"
Penjual Dawet: "Dasar wong edan (tambah kesal)"
Ginting : "Wah mbak betul lagi... saya memang Medan!"
Penjual Dawet: "Dasar wong ora duwe otak! (sambil menggerutu)"
Ginting : "Benar, benar saya orang Batak !"
Penjual Dawet: "Dasar budeg...!"
Ginting : "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Penjual Dawet: "Sampeyan kok kurang kerjaan to ?"
Ginting : "Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis!"
Pengalaman
Adalah Guru Paling Berharga
Di sebuah kelas sedang ada kegiatan
belajar antara bu guru dengan murid-muridnya.
Guru: "Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik."
Murid I : "Mengapa pengalaman kok di sebut guru yang paling baik, Bu ?"
Murid II : "Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah)."
Guru: "Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik."
Murid I : "Mengapa pengalaman kok di sebut guru yang paling baik, Bu ?"
Murid II : "Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah)."
Kalimat mana yang benar ?
Fajar bertanya kepada Fatur, temannya yang
mengerti tentang penulisan suatu kalimat.
Fajar : Eh… tur! Kalimat mana yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.
Fatur : Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya!!!
Fajar: Salah.
Fatur : Apaan dong!!!
Fajar : Nggak ada yang bener, anak yatim kan ga punya ayah…
Fatur : &##@%^(@?
Fajar : Eh… tur! Kalimat mana yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.
Fatur : Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya!!!
Fajar: Salah.
Fatur : Apaan dong!!!
Fajar : Nggak ada yang bener, anak yatim kan ga punya ayah…
Fatur : &##@%^(@?
Dihukum Atau Tidak
Pada suatu hari di
sebuah sekolahan.
Murid: Bu guru, apakah
boleh ada orang dihukum karena perbuatan yang belum dilakukannya?
Bu Guru: Oh tentu saja
tidak, orang itu boleh dihukum kalau sudah melakukan sesuatu.
Murid: Oh syukurlah,
saya belum mengerjakan PR bu soalnya
Senjata makan tuan
Seorang wartawan
sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banya orang yg mengerumuni lokasi
kecelakaan, wartawan tsb tdk dapat
menerobos untuk melihat korban dari dekat. Setelah berpikir keras
wartawan tsb dpt ide .
“ Minggir – minggir semua
, saya ayah korban !”ia berseru. “ Saya minta jalan.
“Benar saja.....
kerumunan itu membiarkan dia lewat . Semua mata terarah pada wartawan tsb.
(wartawan GR, dalam hati: “Berhasil jaga !!!) ketika sampai
di tengah kerumunan, ia terpana
melihat.. Seekor anak monyet tergeletak tak berdaya
Peringatan !!!
“effeknya mungkin tidak terasa
langsung, namun anda membutuhkan
beberapa saat setelah anda baca humor lucu tersebut. Jika galau masih
berlanjut segera lapor “Eyang Subur”
wkwkwkwk....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar